Subbagian organisasi tata laksana dan kerukunan umat beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung mengadakan acara bantuan Desa sadar kerukunan di Kabupaten Pesawaran


Kabag TU: Agama Yang Moderat Menghargai Perbedaan

Umum23/07/2020Sinta Kustiani Dibaca : 30 kali

Pesawaran (Humas) Subbagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, melaksanakan kegiatan Bantuan Desa Sadar Kerukunan pada wilayah kerja Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, Kamis 23 Juli 2020, di Balai Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan.


Hadir pada kegiatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Ketua FKUB Kabupaten Pesawaran, perwakilan FKUB Provinsi Lampung, dan Kepala Subbagian Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung.


Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Kepala Bagian Tata Usaha, H. Wasril Purnawan, M.Si., dalam penyampaian materi menyampaikan bahwa begitu banyak perbedaan-perbedaan pada aspek agama, etnis, budaya dan lainnya menjadi modal Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan berbagai masalah isu separatisme masyarakatnya tetap utuh menjaga kesatuan negara Indonesia. 


"Itu sebagai bentuk untuk mengingatkan kita bahwa sejarah kesatuan Indonesia betapa beragamnya masyarakat kita tetapi tetap disatukan dengan nasionalisme." Ujar Wasril.


"Tugas kita sebagai generasi muda bagaimana memelihara kebhinekaan negara yang kita cintai, karena dengan adanya kebhinekaan karakteristik keberagaman yang ada di Indonesia berbeda dengan negara-negara yang jumlah agamanya homogen yang tidak sebesar di Indonesia." Terang Wasril.


Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa salah satu bentuk agama yang moderat itu berkaitan erat dengan paham toleran yang dalam istilah bahasa berarti luwes, adaptif, dan mudah dalam pergaulan.


Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Masrur Hamid, S.Ag., menyampaikan bahwa dialog merupakan salah satu pendekatan dalam strategi untuk mengantisipasi munculnya konflik. (sinta)