Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, H. Masrur Hamid, S.Ag., membuka secara resmi Sosialisasi Sertifikasi Produk Halal yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran


Kasubbag TU: Halalnya Makanan dilihat dari Bahan dan Prosesnya

Lainnya05/12/2019Sinta Kustiani Dibaca : 35 kali

Pesawaran (Inmas) Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran, H. Masrur Hamid, S.Ag., membuka secara resmi Sosialisasi Sertifikasi Produk Halal yang dilaksanakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesawaran, Kamis, 5 Desember 2019, di aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesawaran.

Laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Sekretaris MUI Kabupaten Pesawaran, Drs. Bunyamin, menyampaikan bahwa sertifikasi halal sangat penting demi menjaga kenyamana konsumen dalam pemakaian barang-barang atau produk sehari-hari sehingga sangat diharapkan pelaku usaha/produsen harus mengerti proses dan rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan produk yang akan diproduksi mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan dan penyajian produk.

Masrur mengawali sambutannya,mengapresiasi kepada MUI Kabupaten Pesawaran yang turut aktif mensosialisasikan pentingnya sertifikasi produk halal kepada pelaku usaha di Kabupaten Pesawaran. Kementerian Agama mendukung penuh setiap kegiatan yang diadakan oleh organisasi Islam yang ada di Kabupaten Pesawaran dan mempersilahkan penggunaan Aula Kantor Kementerian Agama untuk kegiatan kegiatan keagamaan agar lebih terasa manfaatnya.

Selanjutnya Ia mengatakan bahwa Kabupaten Pesawaran terkenal sebagai sentra produksi makanan seperti keripik dan makanan tradisional lainnya tentunya konsumen perlu memperoleh kepastian terhadap kehalalan produk tersebut.

Kehalalan suatu makanan tidak hanya sebatas berdampak pada kesehatan namun lebih dari itu Islam memiliki konsep halalan toyyiban secara jelas dan gamblang tentang manfaat jasmani maupun rohani. Kehalalan suatu makanan tentunya harus dilihat dari bahan dasarnya dan juga prosesnya. Secara rinci konsep halalan toyyiban serta prosedur sertifikasi produk halal nantinya akan dijelaskan langsung oleh para narasumber dari MUI Propinsi Lampung dan LPPOM

Dihadiri 75 peserta yang berasal dari pelaku usaha kecil dan menengah, penyuluh agama kecamatan dan ormas Islam, kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berasal dari LPPOM Propinsi Lampung, Ketua MUI Propinsi Lampung, dan Ketua MUI Kabupaten Pesawaran. (sinta)